Halaman

DEFINISI DAN MANFAAT HARMONIZED SYSTEM (HS CODE)

 DEFINISI DAN MANFAAT HARMONIZED SYSTEM (HS CODE)


 Apa yang sobat ketahui tentang HS Code ?

Seperti apakah HS Code ?

Apakah manfaat mengetahui HS Code?

"Sangat Penting dan Wajib sobat mengetahui Harmonized System"

 HS Code Adalah Penomoran kode barang yang terdiri dari 6 digit yang mengatur tentang klasifikasi barang yang digunakan secara seragam di seluruh dunia atau sudah berstandar internasional.


Bagian Harmonized System :
  • 4 Digit Pertama disebut Pos WCO artinya Seluruh  HS di dunia  memiliki barang yang sama pada pos ini
  • 2 Digit ( Digit ke lima dan enam ) disebut Sub WCO 
Penerapan HS berdasarkan International Convention on the harmonized commodity descreption and coding system dan digunakan untuk keperluan tarif,statistik, rules of origin pengawasan komodity ekspor atau impor dan keperluan lainnya.


Contoh pada Bill Of Lading di atas :

  1. Quantity Barang   : 475 Bags
  2. Deskripsi Barang  :  Natural Bamboo Stick
  3. Berat Bersih          :  19.000 kgs
  4. HS Code               :  140110 ( Kode inilah yang harus diketahui)

Pernahkah sobat melihat Kode HS Code lebih dari 6 Digit yaitu 8 Digit atau lebih ?
 
Tahukah sobat kalau Harmonized System menjadi salah satu acuan dari buku daftar tarif yang ada di indonesia dan dimasukan ke dalam BTBMI ( Buku Tarif Bea Masuk Indonesia ) ? 

HS Code dulu lebih di kenal sebagai Harmonized Commodity Descreption and Coding System,Pada saat itu hanya 70 negara yang mayoritas berasal dari Eropa yang mengikuti konfensi kemudian diikuti semua negara termasuk indonesia yang mulai meresmikan HS Code dengan Keppres No.33 Tahun 1993

Standarisasi HS Code oleh WCO

Standar penamaan yang digunakan dalam proses perdagangan internasional,WCO berperan dalam wadah tersebut

Word Customs Organizer ( WCO ) merupakan salah satu perdagangan resmi terbesar di dunia yang berpusat di Brussel,Belgia dan diikuti oleh lebih dari 170 negara di dunia yang bertugas melakukan standarisari dan perubahan yang berkaitan dengan dengan HS Code termasuk pada klasifikasi produk serta turunannya dan memastikan penamaan dan penomoran produk tidak bertabrakan antara satu dengan yang lain

Berdasarkan aturan resmi yang dikluarkan oleh WCO ada beberapa metode penomoran dan penamaan  yang wajib diketahui

Yang paling utama adalah mengetahui 6 angka pertama yang sudah saya terangkan sebelumnya
Hal ini yang menjadi salah satu filter utama dalam proses pengiriman dan penerimaan barang untuk memimalisir kesalahan dalam proses perdagangan dunia

Memahami Penambahan angka setelah 6 Digit HS Code
 
Penambahan digit ke 7 dan ke 8 disebut Sub pos AHTN
Kode ini biasanya hanya dimiliki oleh barang-barang yang berasal dari Asia Tenggara
Penambahan digit ke 9 dan 10 sebagai bentuk penambahan nomer klatur yang sesuai dengan kebijakan negara masing-masing

Barang barang berasal dari niaga atau pasar impor bisa juga anda masukan dalam HS yang ada pada pos WCO negara masing-masing dan tetap harus ada nilai-nilai yang harus dipenuhi di dalamnya agar menghasilkan nomor yang sesuai dengan standarisasi dunia

Nominal transaksi yang anda miliki harus berada pada kisaran 50 Juta Dolar Amerika dalam tiga tahun terakhir,Bisa juga bila merencanakan untuk mendaftarkan pada AHTN transaksi minimal 1 Juta Dolar Amerika dalam 3 Tahun terakhir bisnis anda dalam perdagangan antar ASEAN

Cara menggunakan HS Code berdasarkan aturan BTBMI ( Buku Tarif Bea Masuk Indonesia )

DEFINISI,FUNGSI DAN MANFAAT HARMONIZED SYSTEM (HS CODE)

  • 2 Digit Pertama  : Bab ( Chapter )
  • 4 Digit                : Pos HS (Heading )
  • 6 Digit                : Subpos HS (Subheading)
  • 8 Digit                : Subpos AHTN ( AHTN Subheading )
  • 10 Digit              : Pos Tarif Nasional (National Tarif Line )
Notes :
Untuk 10 Digit Merupakan Sub Nasional,kecuali :
  • Apabila 2 digit terakhirnya "00" ,Misal 1234.56.78.00  Berarti berasal dari teks AHTN
  • Apabila 4 digit terakhirnya " 00.00",Misal 1234.56.78.00.00 Berarti berasal dari teks WCO
  Manfaat  Pembuatan HS antara lain :
  • Memudahkan pengumpulan data dan analis statistik perdagangan dunia
  • Memberikan sistem internasional yang resmi untuk pemberian kode,penggolongan dan penjelasan barang untuk tujuan perdagangan 
  • Memberikan keseragaman dalam penggolongan daftar yang sistematis
Pemerintah menyediakan layanan pencarian kode HS secara daring yang dapat di akses di https://intr.insw.go.id/
Sobat bisa cek melalui portal ini atau juga bisa langsung klik " Cek Lartas " pada beranda yang sudah saya sediakan.

Berikut Panduan Melihat HS Code pada INSW :
  1. Masuk pada INSW ( Indonesia National Singel Window )
  2. Klil menu " Indonesia NTR "
  3. Pilih " HS Code Information "
  4. Klik "Parameter "  pilih "BTBMI- Descreption in Indonesia"
  5. Masukkan keyword,Misal : Bawang Merah, Akan ada banyak uraian pilih yang paling mendekati
  6.  Scrol sampai ke bawah akan ada urain penjelasan besarnya Bea Masuk,PPH,PPN,dan Lartas ( Larangan /Pembatasan)
Sobat juga bisa mencari di Kementrian Keungan RI melalui Dirjen Bea Cukai melalui portal BTKI
Portal ini menampilkan lebih banyak indikator dalam pencariannya,termasuk besaran pajak yang harus dibayar,Berikut Panduannya:
  1. Masuk ke portal BTKI https://www.beacukai.go.id/btki
  2. Klik " Indonesia NTR" ,pilih "HS Code Information "
  3. Pilih "Uraian Bahasa Indonesia "
  4. Masukan jenis barang yang ingin dicari
  5. Akan muncul berbagai uraian,pilih HS 8 digit

Demikian ringkasan singkat yang saya buat 
Semoga bermanfaat dan tetap semangat belajar hal baru di sekitar kita


0 Response to "DEFINISI DAN MANFAAT HARMONIZED SYSTEM (HS CODE)"

Post a Comment

Komen Sara,P*rn,Judi,Politik Tidak Dibloehkan Di SINI

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel