Halaman

Wednesday, July 29, 2020

Karantina Tumbuhan dan Hewan untuk Impor Ekspor di Indonesia

Karantina Tumbuhan dan Hewan untuk  Impor  atau Ekspor di Indonesia
Karantina Impor atau Ekspor di Indonesia
Karantina Impor atau Ekspor di Indonesia

Karantina adalah Proses pencegahan masuk,keluar,dan tersebarnya organisme penggangu tumbuhan,hama dan penyakit hewan karantina,hama dan penyakit ikan karantina serta pengawasan dan pengendalian terhadap keamanan pangan dan mutu pangan,keamanan pakan dan mutu pakan,produk rekayasa genetik,sumber daya genetik,agensia hayati,jenis asing infasih,tumbuhan dan satwa liar,serta tumbuhan dan satwa langka yang masuk area lain dan atau dikeluarkan dari wilayah indonesia

Tujuan Karantina sebelum di Impor atau Ekspor adalah sebagai berikut :
  1. Mencegah masuk dan keluarnya pangan pakan yang tidak sesuai dengan standar keamanan dan mutu
  2. Mencegah masuk dan tersebarnya agensi hayati,jenis asing invasif dan  produk rekayasa genetik yang berpotensi menggangu kesehatan manusia,hewan,ikan,tumbuhan dan kelestarian lingkungan
  3. Mencegah masuknya Hama dan Penyakit Hewan Karantina(HPHK),Hama dan Penyakit Ikan Karantina (HPIK ),dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK )
  4. Mencegah tersebarnya HPHK,HPIK,dan OPTK
  5. Mencegah keluarnya HPHK,HPIK serta organisme penggganggu tumbuhan
  6.  Mencegah keluar masuknya tumbuhan dan satwa liar,tumbuhan dan satwa langka,serta SDG (Sumber Daya Genetik ) di wilayah indonesia yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
"Karantina Tumbuhan dan Hewan Wajib sebelum Di Impor "

Aturan /Ketentuan Karantina Hewan,Ikan, dan Tumbuahan " UU No.21 Tahun 2019 Tentang Karantina Hewan,Ikan,dan Tumbuhan

Penyelenggaraan Karantina menjadi Kewenangan Pemerintah Pusat melalui tindakan karantina,pengawasan,pengendalian terhadap media pembawa :
  1. Yang dimasukan di wilayah indonesia
  2. Yang di keluarkan dari wilayah indonesia
  3. Yang ditransitkan di dalam atau di luar wilayah indonesia
Media Pembawa menurut Pasal 1 angka 18 UU 21/2019:
  1. Hewan
  2. Produk Hewan
  3. Ikan
  4. Produk Ikan
  5. Tumbuhan
  6. Produk Tumbuhan
  7. Pangan
  8. Pakan
  9. PRG
  10. SDG
  11. Agensi Hayati
  12. Jenis Asing Invasif
  13. Tumbuhan dan satwa liar
  14. Tumbuhan dan satwa langka
  15. Media Pembawa lain ( HPHK,HPIK,atau OPTK)
Pejabat Karantina berdasarkan Pasal 10 UU 21/2019 adalah :
  1. Pejabat Karantina Hewan
  2. Pejabat Karantina Ikan
  3. Pejabat Karantina Tumbuhan
Tugas Pejabat Karantina meliputi :
  • Pemeriksaan
  • Pengamatan
  • Pengasingan
  • Perlakuan
  • Penahanan
  • Penolakan
  • Pemusnahan
  • Pembebasan
Tindakan karantina dilaksanakan sebelum diajukan pemberitahuan pabean impor atau ekspor dilaksanakan berdasarkan kategori risiko rendah,sedang,atau tinggi yang sudah diatur di Pasal 28 UU 21/2019

Setiap orang yang memasukan media pembawa ke dalam wilayah indonesia wajib :
  1.  Melengkapi sertifikat kesehatan dari negara asal bagi hewan,produk hewan,ikan,produk ikan,tumbuhan,dan produk tumbuhan
  2. Memasukan media pembawa melalui tempat pemasukan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat
  3. Melaporkan dan menyerahkan media pembawa kepada pejabat karantina di tempat pemasukan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat untuk keperluan tindakan karantina,pengawasan dan pengendalian
Setiap orang yang mengeluarkan media pembawa dari wilayah indonesia wajib :
  1. Melengkapi sertifikat kesehatan bagi hewan,produk hewan,ikan,produk ikan,tumbuhan, dan produk tumbuhankan
  2. Mengeluarkan  media pembawa melalui tempat pengeluaran yang ditetapkan oleh pemerintah pusat
  3. Melaporkan dan menyerahkan media pembawa kepada pejabat karantina di tempat pengeluaran yang ditetapkan oleh pemerintah pusat untuk keperluan tindakan karantina,pengawasan dan pengendalian
Setelah memahami prosedur karantina di Indonesia saya akan menjabarkan 2 ( Dua ) jenis Karantian yang sering terjadi dalam proses Ekspor atau Impor 
Karantina Impor atau Ekspor di Indonesia
Karantina Impor atau Ekspor di Indonesia
KARANTINA TUMBUHAN

Syarat Dokumen  Pokok/ Wajib untuk Karantina Tumbuhan Adalah :
  1. BL ( Bill Of Lading )
  2. Invoice
  3. Packing List
  4. Phytosanitary Certificate
  5. Fumigation Certificate
Prosedur Impor 
Setiap media pembawa yang dimasukan ke dalam wilayah negara Indonesia,Wajib :
  • Menyertakan dokumen Phytosanitary Certificate dari negara asal dan atau transit bagi tumbuhan dan bagian-bagiannya kecuali media pembawa yang tergolong benda lain
  • Melalui tempat pemasukan yang telah ditetapkan
  • Dilaporkan dan diserahkan kepada Petugas karantina tumbuhan di tempat pemasukan untuk keperluan tindakan karantina
Setiap media pembawa yang dimasukan ke dalam wilayah negara indonesia berupa " Benih/Bibit tumbuhan ",Wajib :
  • Phytosanitary Certificate dari negara asal dan atau transit
  • Surat Izin Pemasukan Menteri Pertanian negara 
Prosedur Ekspor
Setiap media pembawa yang akan dikeluarkan dari wilayah indonesia ,Wajib :
  • Phytosanitary Certificate dari negara asal dan atau transit bagi tumbuhan dan bagian-bagiannya kecuali media pembawa yang tergolong benda lain
  • Melalui tempat pengeluaran yang telah ditetapkan
  • Dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina tumbuhan di tempat pengeluaran untuk keperluan tindakan karantina tumbuhan
Prosedur Antar Area
Setiap media Pembawa yang dibawa atau dikirim dari suatu area lain dalam wilayah Indonesia,Wajib:
  • Sertifikat Kesehatan Tumbuhan/ Phytosanitary  dari negara asal dan atau transit bagi tumbuhan dan bagian-bagiannya kecuali media pembawa yang tergolong benda lain
  • Melalui tempat -tempat pemasukan dan pengeluaran yang telah ditetapkan
  • Dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina tumbuhan di tempat pemasukan dan pengeluaran untuk keperluan karantina tumbuhan

KARANTINA HEWAN

Persyaratan Karantina Impor :
  1. Health Certificate ( Sertifikat Kesehatan ) dari negara asal atau negara transit
  2. COO/ Certificate Of Origin ( Surat Keterangan Asal ) bagi media yang tergolong benda lain
  3. CITES ( Surat Angkut Satwa) bagi media tergolong hewan liar 
  4. PI ( Persetujuan Impor ) untuk produk hewan yang diterbitkan oleh kementrian Perdagangan RI
  5. SRP (Surat Rekomendasi Pemasukan)dari Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan,Kementrian Pertanian RI
  6. Sertifikat halal dari otoritas lembaga muslim dari negara asal yang diakui oleh MUI
  7. Memiliki Instansi karantina jika pelaksanaan tidak dapat dilakukan di instansi karantina pemerintah yang ditetapkan oleh kepala badan karantina a/n mentri pertanian
  8. Dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina untuk keperluan tindakan karantian
Persyaratan Karantina Ekspor  :
  1. Sertifikat kesehatan yang diterbitkan oleh dokter hewan karantina ditempat pengeluaran
  2. SRP (Surat Rekomendasi Pengeluaran ) bagi media pembawa yang tergolong hewan ternak yang diterbitkan Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan,Kementrian Pertanian
  3. Surat Angkut tumbuhan dan Satwa Luar Negeri (SATSLN/CITES) bagi media pembawa yang tergolong hewan liar yang diterbitkan oleh Direktorat Jendral Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam,Kementrian Kehutanan
  4. Memenuhi pesyartan liannya (Import Permit) yang ditetapkan oleh negara tujuan /pengimpor
  5. Dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina di pelabuhan/tempat pengeluaran untuk keperluan karantina
Persyaratan Karantina Antar Area ( Domestik Keluar ) :
  1. Helth Certificate  
  2. Surat Rekondasi Teknik Pengeluaran bagi media pembawa yang tergolong hewan ternak dan produk hewan
  3. Surat Keterangan Kesehatan Asal Hewan (SKKH)
  4. Surat Izin Pengeluaran Hewan/Produk Hewan
  5. Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Dalam Negeri (SATSDN)
  6. Dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina di tempat pengeluaran
Prosedur lalu lintas media pembawa (Hewan/Produk Hewan) :
  • Pemilik atau kuasanya melaporkan rencana realisai pemasukan/pengeluaran hewan kepada petugas karantina hewan di pelabuhan udara/laut dengan mengajukan permohonan PPK Online paling lambat 2 hari sebelum pemasukan / pengeluaran 
  • Membawa kelengkapan persyaratan yang ditetapkan untuk impor/ekspor antar area(domestik masuk/keluar ).Khusus bagi bahan asal hewan (BAH),Hasil bahan asal hewan (HBAH) dan benda lain paling singkat 1 hari sebelum pemasukan/pengeluaran sedangkan bagi media pembawa dan benda lain yang dibawa oleh penumpang jangka waktu penyampaian laporan dapat dilakukan pada saat pemasukan/kedatangan
  • Hewan dan produk hewan yang akan di lalulintaskan diserahkan kepada petugas karantina untuk keperluan tindakan karantina
Karantina Impor atau Ekspor di Indonesia
Karantina Impor atau Ekspor di Indonesia

Pengajuan karantina menggunakan "PPK ONLINE "

Apakah itu PPK Online ?

PPK Online Adalah Aplikasi Permohonan Pemeriksaan Karantina Online berbasis web yang dibangun oleh Bidang Informasi Perkarantinaan,Pusat Kepatuhan,Kerja sama dan Informasi perkarantinaan yang berguna untuk pengguna jasa karantina dan unit pelaksanaan teknis karantina,badan karantina pertanian,dalam menjalankan kegiatan operasional perkarantinaan

Berikut syarat untuk pengajuan PPK Online :
  1. Registrasi ke UPT karantina terdekat
  2. Setelah registrasi yaitu verifikasi menggunakan User Name dan Pin yang telah diberikan oleh UPT Karantina kepada perusahaan untuk Login
Sedangkan untuk persayaratan dokumennya adalah sebagai berikut :
  1. Copy SKEP PPJK ( Bagi perusahaan PPJK )
  2. Copy NPWP
  3. Copy SIUP/SIUJPT
  4. Copy Surat Keterangan Domisili 
  5. Copy Akta Pendirian Perusahaan
  6. Mengisi Form Pendaftaran PPK Online
  7. Membuat Surat Permohonan untuk mengikuti PPK Online 
Semoga Bermanfaat
Next Artikel saya akan membahas step by step cara pengisian PPK Onlie update terbaru 2019
Untuk pertanyaan sobat bisa coment di bawah ya

Monday, July 27, 2020

Manfaat COO (Certificate Of Origin) untuk Ekspor atau Impor

Manfaat COO (Certificate Of Original ) untuk Ekspor atau Impor
Manfaat COO (Certificate Of Origin) untuk Ekspor dan Impor
Manfaat COO (Certificate Of Origin) untuk Ekspor dan Impor

Certifikat Of Origin (COO) atau dalam bahasa indonesia Surat Keterangan Asal ( SKA ) adalah sertifikasi asal barang yang menyatakan bahwa barang atau komoditas yang di ekspor adalah berasal dari daerah negara pengekspor
Dengan adanya COO membuktikan bawa barang  tersebut erasal ,dihasilkan dan atau di olah di indonesia

Mengapa harus ada dokumen COO sebagai pelengkap proses pengajuan Ekspor atau Impor ?

Tidak bisa dipandang sepele karena akan mempermudah proses ekspor  atau impor  ya sobat
Ada 2 ( Dua ) jenis Cerfikat Of Origin) yang perlu sobat ketahui,Yaitu :

1. Certifikat Of Origin (COO) Preferensi
Jenis COO/SKA sebagai syarat dalam memperoleh preferensi yang disertakan pada barang ekspor tertentu untuk memperoleh fasilitas berupa pembebasan seluruh atau sebagian bea masuk yang diberikan oleh suatu negara /kelompok negara tujuannya.
Tentunya mengurangi biaya bea masuk yang sobat akan bayarkan ketika sudah billing nanti
Yang termasuk dalam COO/SKA Preferensi adalah:
  • Form A 
      Certificate Of Origin Form A (Surat Keterangan Asal Form A) merupakan sertifikat yang digunakan untuk penyertaan dokumen ekspor yang membuktikan bahwa barang ekspor indonesia telah memenuhi syarat ketentuan asal barang indonesia untuk mendapatkan tarif preferensi

Tentang COO Form A  :

* Pengguna SKA Form A akan mendapat pengurangan atau penghapusan tarif bea masuk di negara tujuan ekspor
* SKA Form A  digunakan sebagai preferensi untuk negara tujuan ekspor seperti Negara Uni Eropa,Amerika Serikat ,Kanada,Rusia,Turki,Swiss
* Pencantuman kriteria  asal barang harus sesuai dan tepat karena jika salah maka Form A tidak akan bisa dipakai
  • Form D
      COO Form D atau ATIGA ( Asean Trade In Goods Agreemend) digunakan untuk ekspor da Impor barang antar negara Asean. Form D dibuat berdasarkan perjanjian kerjasama perdangan antar negara sesama anggota Asean ( Malaysia,Vientam,Indonesia,Brune Darusalam,Myanmar ,Kamboja,Laos )

Tentang COO Form D  :

* COO Form D digunakan untuk preferensi Negara-Negara Asean
* Penggunaan COO Form D akan mendapat pengurangan atau penghapusan tarif Bea Masuk negara tujuan Ekspor
* Penggunaan COO Form D bisa menggunakan SKA Elektronik Form D atau mencetak Form D
  • Form E
Pada dasarnya fungsi semua COO/SKA sama,hanya ada beberapa fungsi khusus dari masing-masing macamnya. Termasuk SKA Form E ini,Berikut Tentang COO Form E :
* COO Form E digunakan sebagai preferensi di negara tujuan ekspor China
* Mendapat  penghapusan atau pengurangan bea masuk di negara tujuan ekspor
  • Form AK
Untuk COO Form AK digunakan sebegai preferensi di negara tujuan ekspor Korea Repulik atau Korea Selatan
  • Form IJEPA
COO Form IJEPA digunakan untuk pengajuan dokumen barang ekspor tujuan negara Jepang
  • Form Handicfrat Products
COO Form Handicfat Products digunakan untuk pengajuan ekspor barang kerajinan non tekstil dengan negara ekspor Uni Eropa ( Belgia ,Denmark ,Perancis,Australia,Jerman,Irlandia,Italia,Luksemburk,Finlandia,Belanda,Portugal,Spanyol,Swedia,Inggris,Yunani,Cyprus,Estonia,Hungaria,Lathifa,Lituania,Malta,Polandia,Ceko,Slovakia,dan Slovenia )
  • Form ICC
COO Form ICC (Indistial Craft Certification ) digunakan untuk ekspor barang yang masuk dalam kategori " Industrial Craft Merchandise " dengan negara tujuan Australia

2.Certifikat Of Origin (COO) Non Preferensi
Jenis COO/SKA adalah jenis dokumen yang berfungsi sebagai dokumen pengawasan atau dokumen penyertaan asal barang ekspor untuk dapat memasuki suatu wilayah negara tertentu
Yang termasuk dalam COO/SKA Non Prefernsi adalah :
  • Form B
  • Form Coffe ( ICO)
  • Form K
  • Form TP (Textile Product )
  • Fisheres COO
  • COO for Imports Of Agricultural products into MEE( Europe Community)
  • COO Handlooms Trditional Textile Products of the Cottage Industry)
  • Certificado De Pais De Origin

Setelah sobat mengenal jenis Certificate Of Origin ( COO ) lampiran dokumen untuk pengajuan pembuatan COO Ekspor adalah sebagai berikut :

  1. SIUP ( Surat Izin Usaha Perdagangan )
  2. TDP ( Tanda Daftar perusahaan )
  3.  NPWP ( Nomor Pokok Wajib Pajak )
  4. Packing List
  5. Dokumen Pengapalan ( B/L atau AWB )
  6. PEB ( Pemberitahuan Ekspor Barang )
  7. NPE (Nota Persetujuan Ekspor )
  8. Invoice
 Apabila sudah sering atau sudah pernah pengajuan pembuatan COO  Ekspor maka cukup melampirkan :
  1. Packing List
  2. Invoice
  3. BL/AWB
  4. PEB 
  5. NPE
Sekarang untuk pembuaatan COO bisa melalu online yang tentunya sebelumnya sudah melakukan pendaftaran di E-SKA Kementrian Perdagangan Republik Indonesai

E-SKA merupakan Surat Keterangan Asal  Elektronik yang dibangun oleh kementrian perdagangan untuk seluruh instansi penerbit SKA (IPSKA)
 
Lihat info lebih jelas tentang E-SKA bisa sobat download di sini untuk dokumen tata cara pengajuan  atau info langsung ke situs web Kemendag di e-ska.kemendag.co.id


Saturday, July 25, 2020

Dokumen Ekspor - Cara membuat Invoice

Hello sobat nawa
Ingin tahu bagaimana cara membuat Invoice?

Pentingkah mengetahui cara membuat Invoice Ekspor ?

 Sebagai pemanasan nih,Seberapa jauh sobat mengetahui tentang "Invoice Ekspor" ?
Invoce adalah salah satu dokumen penting sebagai pesyaratan untuk pengajuan saat akan melakukan ekspor barang.

Pernyataan di atas sudah umum di dengar namun,jika sobat baru belajar tentang dunia ekspor atau impor sangat penting sobat menegatahui dokumen yang satu ini.

Kita sebagai penjual sudah siap untuk memasarkan barang,tinggal packing dan kirim.
Namun masih binggung cara mengurus dokumennya?

Yuk,buat sendiri dokumen ekspor
Pada pembahasan artikel kali ini saya akan menjelaskan tentang "Invoce"


Dokumen Ekspor - Cara membuat Invoice
Dokumen Ekspor - Cara membuat Invoice 

Sebagai acuan pembuan invoce ekspor siapkan  L/C (Letter of Credit ) atau DO (Delevery Order ),di artikel saya sebelumnya sudah sedikit saya bahas tentang L/C dan DO ya

Untuk mengingatkan kembali L/C adalah Instrumen/surat  yang diterbitkan oleh Issuing bank yang diterbitkan oleh issuing bank yang berkedudukan di luar negeri atas permintaan applicant yang dalam hal ini adalah sebagai pembeli yang berisi perjanjian bank untuk membayar sejumlah uang kepada beneficiary

Tidak semua  pembeli dari luar negeri yang sebagai customer  kita menggunakan L/C sebagai pesyaratannya karena ada plus minus dalam menggunakan L/C Bank
Banyak bank devisa yang menyediakan layanan L/C di indoesia ya sobat,namun saya akan memberi salah satu contoh Bank Devisa yang memiliki layanan L/C  yaitu Bank Maspion

Keuntungan menggunakan L/C Bank Maspion  :
1. Biaya Provisi dan pengiriman dokumen ekspor sangat murah dan bersaing
2. Memitigasi kemungkinan gagal bayar dari issuing bank karena discepancy dengan layanan dokumen preparation
3.Melindungi proses pembayaran transaksi internasional anda
4. Meningkatkan daya saing anda di mata counterparty
5.Membantu pengembangan usaha anda  karena pembayaran yang anda peroleh dapat segera anda gunakan untuk kebutuhan bisini anda
Dokumen Ekspor - Cara membuat Invoice
Dokumen Ekspor - Cara membuat Invoice

Saya ambil contoh langsung dari bank maspion,sobat bisa bandingkan sendiri dengan bank lain yang lebih sobat suka atau sudah pernah mencoba dari bank lain

Lebih lengkapnya perhatikan biaya ekspor L/C di bawah ini :
Dokumen Ekspor - Cara membuat Invoice
Dokumen Ekspor - Cara membuat Invoice
Sekedar sobat tahu acuan dalam pembuatan L/C bank ,Sekarang saya akan memberi contoh L/C
Perhatikan contoh L/C di bawah ini  :
Dokumen Ekspor - Cara membuat Invoice
Dokumen Ekspor - Cara membuat Invoice 

Contoh L/C Ekspor bisa sobat Download di sisi untuk lebih jelasnya
Sobat bisa buka langsung contoh dokumennya,sambil membuka sobat bisa pelajari langsung saya akan beri contoh bagaimana cara membuat Invoice dokumen ekspor

Perlu diperhatikan untuk format penulisan L/C berbeda dari masing-masing Bank,Carilah inti yang perlu dicantumkan dalam Invoice yang sudah saya beri tanda di contoh dokumen yang sudah saya sediakan
Untuk membuat Invoice dokumen ekspor kita menggunakan microsoft exel

Lihat Juga/Baca juga : Dokumen Ekspor

Format Penulisan Invoice Dokumen Ekspor :
1. Kop Surat Perusahaan
Berisi detail Logo,nama perusahaan,serta alamat perusahaan
2. Kolom Pertama,berisi :

  • Invoice No ( Nomer invoice  pembuatan)
  • Shipped By ( Berisi detail Nama dan alamat peusahaan pengirim )
  • Consigneed ( Berisi detail Nama dan alamat penerima)
  • Date ( Bisa request dari penerima atau sesuai dengan tanggal stuffing)
3. Kolom Ke Dua ,berisi :
 Detail barang mulai dari berat barang,total keseluruhan barang ,hingga total harga barang dan info HS Code
4. Kolom Ke Tiga,berisi :
Info nama container,nama seal,serta detail info lengkap bank penerima dari eksportir
5. Stampel Perusahaan & Tanda tangan direktur

Notes:
Stuffing adalah Suatu proses pengawasan barang ekspor yang akan dimuat dalam kapal,atau prosespenataan barang yang sudah di packing ke dalam container dengan memberikan kode yang sudah di tentukan dalam shipping mark dan di hitung untuk dasar pembuatan packing list dan invoice

Agar lebih mudah memahami saya beri contoh dalam bentuk exel,sobat bisa download di sini untuk di praktikan langsung isi pada kolom yang saya kosongi sesuai data L/C yang sudah saya sediakan

Selamat Mencoba