Halaman

Thursday, January 30, 2020

Pengiriman Impor Barang Lebih Murah Dengan Impor LCL

 Pengiriman Impor Barang Lebih Hemat Dengan Impor LCL
Pengrirman Barang dengan LCL baik utuk Ekspor maupun Impor,LCL ( Less than Container Load )  ,Pengiriman barang kurang dari satu container.

Lihat Juga:Bisnis Ekspor Dan Import Yang Menjanjikan Di Era Revolusi Industri 4.0 Indonesia
Jasa Pengriman Lebih Hemat Dengan Impor LCL
Gambar Via www.ferrytrans.id

Mengapa pengiriman barang LCL lebih "Murah " ? 

Pada pengiriman barang impor kita bisa memilih menggunakan jasa pengiriman LCL atau FCL
Perbedaanya adalah pada impor FCL ( Full Container Load ) Pengiriman barang secara full container maksdunya adalah dalam satu container hanya terdapat barang kita,

Sedangkan pada pengiriman barang LCL ( Less than Container Load ) dalam satu container bisa berisi dari beberapa barang dari individu lain atau perusahaan lain namun masih dengan tujuan pengiriman yang sama

Sedangkan dalam poses pengiriman di hitung berdasarkan per container.Secara umum,Pengiriman untuk container berdasarkan volume yang berarti pengiriman bayar ruang yang di tempati di container

Baca Juga:Contoh Dokumen Impor Barang Di Indonesia
Jasa Pengriman Impor Barang Lebih Murah Dengan Impor LCL

Dalam Impor Barang LCL harga yang di hitung adalah harga per kubik kali kubikasi customer
Satu Container bisa berukuran 20 Feed ( Ukuran kecil ) dan 40 Feed ( Ukuran Besar )

Cubic Metres ( CBM )  :
20 Feed = 32 CBM
40 Feed = 64 CBM

 Impor LCL sangat mahal !

Tidak sedikit pula yang beranggapan biaya Impor LCL sangat mahal , ini dikarenakan kurang pengetahuannya kita tentang bagaimana prosedur atau bagaimana cara Impor LCL
Namun Pembahasan saya kali ini tentang "Impor LCL Resmi" bukan "Impor LCL Borongan"

Perhatikan Biaya Impor LCL Resmi yang harus sobat nawa ketahui :
  1. Biaya Port Charges adalah  Biaya pungutan pelabuah yang dikenakan untuk suatu pelayaran khusus pada pelabuhan yang di singgahi
  2. Biaya Storage adalah : Biaya Penumpukan container di area TPS (Tempat Penimbunan Sementara ) ,yang menarik/menagih biaya tersebut adalah pemilik /pengelola lahan tersebut kepada pengguna container seperti pelabuhan dan  gudang berikat
  3. Biaya DO ( Delevery Order ) adalah surat yang dikeluarkan oleh pihak pelayaran sebagia surat kepemilikan barang cargo
  4. Biaya Demurage adalah : Batas waktu pemakaian container di dalam pelabuhan (CY) mulai bongkar( Discharger) kapal sampai pintu keluar pelabuhan atau sebaliknya sampai muat ke kapal ,dll
Biaya tergantung pada jenis barang yang dikirim dan tujuan  negara barang akan dikirim
Impor LCL cargo resmi wajib : " Melalui prosedur customs clerance barang di bea cukai dengan NIB di Indonesia "

Tips sebelum memuai Impor LCL Resmi :
  1. Negosiasi harga dengan supplayer yang ada di luar negeri
  2. Ketahui cara pembarayan dan harga yang dibayarkan
  3. Agar tidak buang waktu yang memperlambat cargo keluar di area pabean dan biaya makin tinggi maka push supplayer negara asal
  4. Persiapkan dokumen pengajuan impor dengan matang,revisi dokumen makin memperpajang waktu penyelesaian
Mengapa kita harus memantau proses barang kita ?

Sobat nawa perlu mengetahui biaya storage bisa sangat mahal ! 

Karena kurangnya persiapan kita dalam kelengkapan dokumen atau karena kita kurang memantau perkembangan proses impor barang,kita jadi harus bayar biaya storage
Biaya Storege / Penumpukan di bebankan pada kita karena biaya penumpukan container di area TPS (Tempat Penimbunan Sementara )

Semakin lama barang kita berada di TPS semakin mahal biaya yang harus kita keluarkan untuk biaya storage

Pengiriman barang untuk LCL kurang dari 1 container 20 Feet atau 40 Feet, Namun jika barang berukuran besar maka akan dikenakan biaya kubikasi

Jasa Pengriman Impor Barang Lebih Murah Dengan Impor LCL
Gamabar Via Ferrytrans.id 




 Kesimpulan  :
1. Kelebihan Impor Barang LCL :
  • Tidak perlu sewa 1 container
  • Meminimalisir biaya dibanding jasa FCL
  • Dapat mengurangi biaya kubikasi
2. Kekuangan Impor Barang LCL :
  • Pengiriman barang menunggu container penuh dari negara asal
  • Barang campur dengan barang lain
Namun sobat nawa tidak perlu khawatir,Dengan mempercayakan urusan Imor sobat pada Perusahaan PPJK yang sudah lama menangani Ekspor dan Impor segala pengiriman dapat ditangani dengan aman
Bagi sobat nawa yang bukan dari perusahaan melainkan usaha pribadi atau perorangan dapat menggunakan jasa LCL yang jauh lebih efisien dan menguntungkan dengan meminimalisir biaya pengeluaran

Jangan lupa juga untuk mengecek barang yang akan kita impor apakah diperbolehkan dalam pengiriman atau ada syarat khusus dalam pengirimannya

Lihat Juga: Contoh Dokumen Ekspor Barang di Indonesia

Salam Nawa

Surabaya,12 Februari 2020 










Sunday, January 26, 2020

Dokumen Ekspor

Contoh Dokumen Ekspor Barang
   Hello sobat nawa,Pada postingan  kali ini saya akan menjelaskan contoh dokumen ekspor barang di indonesia
Sangat penting mengetahui jenis dokumen apa saja yanug harus sobat siapkan sebelum memulai mengekspor barang,hal ini sangat penting agar saat proses ekspor tidak hanya barang yang sudah siap di kirim melainkan kelengkapan dokumen agar mempercepat proses ekspor

Contoh Dokumen Ekspor Barang di Indonesia
Contoh Dokumen Ekspor Barang di Indonesia



* Dokumen Induk
  1. Bill Of Lading : Surat tanda terima barang yang telah dimuat di dalam kapal laut sebagai tanda bukti kepemilikan barang dan kontrak /perjanjian pengangkutan barang melalui laut
  2. Invoice / Faktur : Dokumen dalam perdagangan yang berisi jumlah wesel yang akan di tarik,jumlah penutupan asuransi,dan penyelesaian segala bea masuk.Invoice memiliki 3 jenis yaitu : Proforma invoive,Commercial invoive,cosular invoice
  3.  Polis / Dokumen Asuransi : Surat bukti pertanggungan yang dikeluarkan perusahaan asuransi atas permintaan eksportir/importir untuk menjamin keselamatan atas barang yang dikirim

Baca Juga : Jasa pengiriman impor barang LCL
Contoh Dokumen Ekspor Barang di Indonesia
Contoh Dokumen Ekspor Barang di Indonesia

* Dokumen Penunjang
  1. Packing List : Dokumen yang dibuat eksportir yang menjelaskan uraian barang yang dikemas/dipak yang diperlukan bea cukai untuk lebih mudah dalam pengecekan barang
  2. COO ( Certificate Of Origin )  : Surat yang sudah ditandatangai untuk membuktikan asala barang yang dikirim,tujuannya untuk mencegah masuknya barang dari negara terlarang
  3. Surat Keterangan Pemeriksaan (Certificat Of Inspection)  :  Keterangan tentang keadaan barang yang di muat oleh independent surveyor ,juru periksa barang,atau badan resmi yang disahkan oleh pemerintah dan dikenal oleh dunia perdagang internasional,berfungsi sebagai jaminan atas mutu dan jumlah barang,ukuran dan berat barang,keadaan barang,pengepakan barang,dan banyak isi pengepakan
  4. Sertifikat Mutu (Sertificate Of Quality ): Hasil analis barang-barang di laboraturium perusahaan/badan penelitian independen yang menyangkut mutu barang yang diperdagangkan
  5. Sertifikat mutu dari produsen ( Manufacture's Quality Certifcate ) : Dokumen yang dibuat produsen /pabrik pembuat barang yang di ekspor/ supplier yang munguraikan tentang mutu dari barang-barang,berisis penjelasan tentang barang baru atau barang lama dan apakah memenuhi standar barang yang ditetapkan
  6.  Keterangan Timbang ( Weight Note ) :  Catatan yang berisi perincian berat dari tiap-tiap kemasan barang seperti yang tercantum dalam commercial invoice
  7.  Daftar Ukuran  (Measurement List ) : Daftar yang berisi ukuran dan takaran dari tiap kemasan seperti panjang ,tebal,garis tengah serta volume barang
Dokumen Induk sangat penting sebagai rujukan penentu bea masuk,jaminan barang bagi importir ,dan jaminan pelunasan bagi eksportir
Dokumen Penunjang juga penting ,persiapkan sebaik mungkin
Namun tidak semua dokumen penunjang diperlukan karena tergantung jenis barang yang akan di kirim ,tidak semua pesyaratan dokumen sama

Prospek untuk ekspor barang ke luar negeri cukup menjanjikan dan prosesnyapun tidak sulit apalagi ekspor barang di bidang agrobisnis
Indonesia kaya akan hasil alamnya yang bisa dimanfaatkan sebaik mungkin
Banyak peusahaan yang mulai memasarkan produknya sampai ke luar negeri dan pemerintah mendukung dengan permudahan perizinannya



Demikian Artikel Contoh Dokumen Ekspor Barang di Indonesia

Salam Nawa

Surabaya,16 Februari 2020

Friday, January 24, 2020

Bisnis Ekspor Dan Impor Yang Menjanjikan Di Era Revolusi Industri 4.0 Indonesia

BISNIS EKSPOR DAN IMPOR YANG MENJAJIKAN DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0
          Hello sobat nawa,pada postingan kali ini saya akan membagikan informasi tentang “BISNIS EKSPOR DAN IMPOR” ,  Lalu apa kaitannya dengan industri 4.0 ?
Seperti  yang kita ketahui indonesia merupakan negera berkembang yang sedang bersiap menuju era revolusi industri 4.0 dimana segala kebutuhan dapat di akses segara digital,Contohnya : HP /  Ponsel.

Bisnis Ekspor Dan Import Yang Menjanjikan Di Era Revolusi Industri 4.0 Indonesia
Gambar Via Guruh
Bisnis Ekspor Dan Import Yang Menjanjikan Di Era Revolusi Industri 4.0 Indonesia

Sebelum adanya ponsel pada jaman dahulu kita menggunakan surat untuk saling bertukar informasi maupun kabar, hingga pada tahun 1985-1992 ponsel mulai beredar di indonesia namun tidak bisa dimasukkan ke dalam saku baju karena bentuknya yang besar  dan panjang dengan berat rata-rata  430 gram.
Bisnis Ekspor Dan Import Yang Menjanjikan Di Era Revolusi Industri 4.0 Indonesia
Bisnis Ekspor Dan Import Yang Menjanjikan Di Era Revolusi Industri 4.0 Indonesia

Ponsel  mulai berkembang dari yang hanya bisa di gunakan untuk mengirim pesan menjadi smartphone yang bisa menjelajah informasi dari berbagai belahan dunia dengan modifikasi dan spesifikasi yang semakin canggih dan digunakan sampai sekarang.

Yang menjadi pertanyaan “ siapkah kita menghadapi era revolusi industri 4.0?”

Apakah kita hanya akan terus menjadi penonton dan pengguna teknologi yang berkembang semakin cepat?

Apakah kita hanya seorang produsen?


Di jaman modern sekarang tak hanya home industri tapi sudah merambah di sektor perusahaan industri 4.0 sudah mulai diterapkan untuk mempermudah dan mempercepat kinerja kegiatan /produksi yang sedang di jalankan

Bila kita tidak melatih kemampuan dan hanya menjadi produsen maka kita hanya menjadi SDM yang tak siap menghadapi perubahan teknologi yang berkembang sangat cepat

Apakah yang bisa kita manfaatkan dari era revolusi industri 4.0 ?

Kita bisa menghitung sendiri waktu yang kita gunakan untuk mengunakan ponsel dalam sehari bahkan kita bisa menggunakan ponsel selama 12 jam dalam 24 jam atau selama 1 hari , segala hal kita lakukan mulai dari membaca berita ,belanja online sampai update status di sosial media .


Di sinilah kita dapat memanfaatkan kecangihan teknologi untuk mengembangkan bisnis kita.

Mengapa bisnis ekspor impor sangat menjanjikan?

Suka berjualan? Tapi kita kadang mencari penjual yang menawarkan harga lebih murah dari pedagang lain untuk meraup untung yang lebih banyak atau dapat bersaing dengan penjual lainnya.

Pernahkan terfikirkan dari mana pesaing kita mendapat barang dengan harga yang lebih murah dengan kwalitas yang sama?

Contohnya kita ingin bisnis jual alat-alat elektronik dan bidikan kita pada elektronik yang dijual di negara jepang karena dengan harga yang relatif lebih murah dan kwalitas produk yang mampu bersaing di pasaran kita ingin membelinya.tapi tidak tahu bagaimana membeli barang –barang itu dalam jumlah banyak dan apa yang harus kita persiapkan agar dapat mengimpornya.
Bisnis Ekspor Dan Import Yang Menjanjikan Di Era Revolusi Industri 4.0 Indonesia
 Bisnis Ekspor Dan Import Yang Menjanjikan Di Era Revolusi Industri 4.0 Indonesia

Saya ambil contoh ponsel  merek : Realme 5 Pro  

Ponsel ini sekarang sedang banyak di minati kalangan anak muda karena dengan harganya yang relatif terjangkau di kalangan anak muda spesifikasinya tidak kalah bersaing dengan pendahulunya / pesaingnya,tak heran ponsel ini banyak diminati dan di beli di indonesia.

Penjual ponselpun bersaing harga untuk menjual ponsel ini karena banyaknya minat pembeli.
Namun berapakah harga asli ponsel ini ?berikut harga dan spesifikasi Realme 5 Pro :


Bisnis Ekspor Dan Import Yang Menjanjikan Di Era Revolusi Industri 4.0 Indonesia
Bisnis Ekspor Dan Import Yang Menjanjikan Di Era Revolusi Industri 4.0 Indonesia

Misalkan saya mengambil barang dari market place  “Alibaba”,sobat nawa dapat melihat perbandingan harga ponsel yang dijual.
Bisnis Ekspor Dan Import
Bisnis Ekspor Dan Import Yang Menjanjikan Di Era Revolusi Industri 4.0 Indonesia

Dari uraian detail harga yang di cantumkan dari market place indonesia kita dapat membandingkan persaingan harga yang di tawarkan.

Hal ini yang menyebabkan penjual dari indonesia lebih tertarik mengimpor barang dari luar negeri bahkan hampir semua ponsel karena kita masih menjadi negara produsen yang belum memiliki perusahaan sendiri untuk memproduksi ponsel.

Selain ponsel banyak barang yang bisa kita beli dari luar negeri,mulai dari segala fashion hingga produk makanan yang kita jual lagi atau digunakan secara pribadi.
Selain bisnis impor sobat nawa juga dapat menjajahi bisnis ekspor seperti menjual biji –bijian buah asam ataupun hasil alam yang lainnya yang dapat kita tawarkan ke negara lain yang tertatik untuk membelinya
Bisnis Import-Export 4.0 Di Surabaya
Gambar Foto Container Impor Via www.ferrytrans.id
Biji buah asam lebih banyak pesanan mulai  dari negara Bangkok,Thailand ,Pakistan ,sampai Malaysia

Keuntungan yang kita peroleh saat menjual di dalam negeri dengan menjual di luar negeri pastilah sangat berbeda dan pangsa pasarnyapun lebih luas,karena itulah di era yang modern ini adalah kesempatan yang sangat baik untuk sobat nawa mengembangkan usaha ataupun ingin memulai bisnis ekspor impor

Apakah bisnis EXIM atau Ekspor Impor itu rumit?

Tidak rumit berbisnis ekspor/impor hanya prosesnya saja sedikit lebih lama , tidak seperti kita beli langsung di toko ,pusat perbelanjaaan atau saat kita menjual produk kita di dalam negeri
Saya akan menjelaskan tahapan ekspor untuk sobat nawa,Berkut ringkasannya:

Proses Ekspor Barang :

1. Siapkan barang yang akan di ekspor yang sudah di packing
2. Eksportir melakukan korespondensi dengan importer di luar negeri
3. Membuat kontrak dagang dengan importer
4. Penerbitan L/C ( Letter of Credit) yang di lakukan oleh importer
5. Eksportir mempersapkan produk yang  di pesan importer setelah menerima LC
6. Mendaftarkan Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) ke Bank Devisa dengan melampirkan           keterangan sanggup membayar bila barang ekspornya terkena pajak ekspor
7. Eksportir memesan kapal/ pihak pelayaran ,bisa juga menggunakan pengangkutan lain
8. Eksportir mempersiapkan dan mengirim barang ke pelabuhan atau pengangkutan lain yang sudah di pilih
9. Pemeriksaan dari pihak Bea Cukai
10. Produk di angkat ke kapal setelah PEB mendapat tanda tangan dari Bea Cukai ,Pihak pelayaran akan memberikan BL ( Bill Of Lading ) kepada pihak ekportir
11. Eksportir menyerahkan BL ke Bank untuk Pembayaran
12. Siapkan Surat Keterangan Asal Barang /  COO ( Certificate of Origin )
13. Pengiriman barang ke importir

Dari ringkasan di atas sobat nawa sudah bisa mempersiapkan apa saja yang harus di urus atau dokumen apa saja yang di butuhkan untuk memulai bisnis ekspor dan siap mengembangakan bisnis ke pasar yang lebih luas.
Selain bisnis ekspor sahabat nawa juga bisa mengembangkan bisnis  impor
Di awal pembahasan saya mencotohkan tentang penjualan ponsel

Berapa keuntungan yang akan sobat nawa dapatkan jika jeli melihat peluang ini?

Setelah Ekspor saya akan menjelaskan tentang proses impor yang harus sobat nawa ketahui agar tidak salah langkah dalam memulai usah impora, Sebelum memulai mengimpor barang pastikan barang yang anda impor legal atau boleh masuk ke indonesia.
Sobat nawa dapat mengecek apakah barang itu legal di situs web : www.insw.co.id dan harus mengetahui No.HS (Harmonized Syistem ) barang yang akan di impor  untuk proses pembayaran Pajak dan Bea masuk. Berikut penjelasannya proses impor barang:

Gambar Kalmar/Tenggo Container Via www.ferrytrans.id

Proses Impor Barang :

1. Mengirim barang dari luar negeri ke indonesia dengan pengangkutan menggunakan kapal atau pesawat
2. Meminta dokumen impor original dari pihak suplayer luar negeri untuk dikirim di indonesia
3. Membayar Pajak dan Bea masuk sesuai jenis barang yang di impor
4. Menyerahkan Dokumen impor dan PIB ( Pemberitahuan Impor Barang ) ke Bea Cukai
5. Bea Cukai akan menentukan Jalur Hijau,Kuning ,atau Merah untuk barang impor kita
6. Bea Cukai akan menerbitkan SPPB ( Surat Persetujuan Pengeluaran Barang )
7. Mengangkut barang dari kawasan pabean ( TPS/ Airport ) ke tempat tujuan anda.

Saat ini banyak sekali perusahaan jasa ekspor impor / PPJK ( Perusahaan Pengurusan Jasa Kepabeanan)  yang akan lebih memudahkan sobat nawa dalam mengurus dokumen barang sampai di tujuan untuk proses impor dan pengurusan dokumen ekspor untuk proses ekspor

Lebih efisien dan mempermudah kerja sobat nawa karena saat di sibukkan dengan usaha yang sedang di jalani tetap mampu mengekspor / impor barang tanpa harus kesana kemari untuk pengriman dan pengurusan dokumen

Namun tetap waspada dalam mencari clien atau PPJK yang belum kita kenal,ketahui dahulu latar belakang atau profilnya ,Kita juga bisa datang langsung ke kantor pihak PPJK yang akan membantu proses ekspor/impor barang kita.


Demikan artikel Bisnis Ekspor Dan Import Yang Menjanjikan Di Era Revolusi Industri 4.0 Indonesia
Semoga bermanfaatan

Salam Nawa
Surabaya 20 Januari 2020